Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

KUMPULAN DO'A - DO'A PARA NABI



1. Do'a Nabi Sulaiman a.s
         Suatu hari  Nabi  Sulaiman dan bala  tenteranya yang  terdiri  dari  manusia,  Jin
         dan burung melalui suatu lembah semut. Terdengar-lah oleh Nabi Sulaiman a.s.  akan perkataan raja semut kepada rakyatnya:  "Hai  semut,  masuklah kamu ke
         dalam  sarang-sarangmu,   agar   kamu   tidak   terinjak-injak   oleh   Sulaiman   dan
         pasukannya, sedangkan mereka tidak menyadari."
         Diterangkan dalam Al Qur'an Surat An Naml Ayat 19
yang artinya
"maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." 
Perlu diketahui :
a.    Doa di  atas adalah doa yang pernah diucapkan oleh seorang Nabi Sulaiman a.s.
b.    Begitu pentingnya peristiwa Sulaiman di  atas sampai  Allah beritahukan hal
       tersebut kepada manusia di belakang hari,yaitu umat Nabi Muhammad SAW.
c.    Doa tersebut dicantumkan sebahagian bahagian dari ayat-ayat Al-Quran.
d.    Bila kita mengucapkan doa di atas berarti suatu doa,berasal dari Nabi Sulaiman
      dan Al-Quran, nilai dan ganjarannya berlipat ganda.
e.    Setiap orang pasti  mengalami  akan hal  yang sama dengan peristiwa Nabi Sulaiman,  hanya dalam 
       versi yang berbeda.
2. Doa Nabi Musa a.s.
Manusia, suatu sifat yang selalu ada pada mereka iaitu terlibat pada kesalahan,
baik   sengaja   atau   kerana   lalai.  Musa   a.s.   pemah   terlibat   pada   perbuatan
kesalahan.   la   pernah   membunuh   salah   seorang   yang   tengah   berkelahi.
Kebetulan yang dipukul   roboh  oleh  Musa adalah dari  pihak kelompok Fir'aun
yang   terkenal   kejam.  Setelah   terjadi,  Musa   pun  menyedari   atas   segalanya,
beliau  mengadu   dan  mohon   keampunan   atas   perbuatan   yang   terpaksa   ia
lakukan:
Dalam Al Qur'an Surat Al-Qashash: 16
Yang artinya
 Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
3. Doa Nabi Ayub a.s.
Allah mentakdirkan bahawa dalam kehidupan manusia akan banyak mengalami
perjuangan, baik diluar maupun di dalam diri itu sendiri. Umumnya ketika suka,
perjuangan itu tiada terasa, dan bila derita yang terjadi, maka terasa menyesak
dada.  Saat-saat  seperti   itu,   tidak  pihh siapa manusianya,  mereka pasti  akan
berusaha,  berdoa dan menyerah;  kecuali  bagi  yang beriman,  penyerahan dan
doa-harapannya  tertuju pada Allah SWT yang Mana Kuasa  lagi  Maha Maklum
atas segalanya. Allah berfirman dalam Al Qur'an Surat Al-Baqarah: 45
Yang artinya
"Dan   minta   tolonglah   kamu   kepada   Allah   denganjalan   sabar   dan   solat.   Dan
sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi mereka yang khusyuk."
Sebahagian ahli  menempatkan pengertian sabar   ialah usaha yang  tidak kenal
lelah, sedangkan kata sholat ialah di dalamnya temiasuk doa. Benarlah upaya dan
doa adalah dua penunjang yang tiada boleh diabaikan, bahkan saat-saat upaya
sudah   terdesak   di   jalan   buntu,   doa  masih   berfungsi   bergerak   di   luar   ruang
lingkup pandangan mata dan pendengaran  telinga. 
Rasulullah SAW bersabda
"Siapa-siapa yang dibukakan baginyapintu-pintu doa bererti
telah   dibukakan   baginyapintu-pintu   rahmat.   Tiadalah   sesuatu   yang   dimintakan
seseorang   kepada  Allah   yang   lebih   dicintaiNya   selain   daripada   permintaan   'afiat.
Adapun doa itu amat bermanfaat terhadap sesuatu (takdir) yang sudah berlaku danjuga
terhadap hal-hal yang belum terjadi. Tidak ada sesuatu yang dapat menolak ketetapan
Tuhan (Qadha') kecuali doa, kerana itu berdoalah kamu."
Demikianlah  Nabi  Ayyub,   ketikabeliau   terkena   penyakit   yang   susah   sembuh,
beliau tidak putus asa. Beliau tahu dan yakin bahawa setiap penyakit pasti ada
ubat penyembuhannya, hanya saja kadang-kadang pengetahuan manusia belum
menemuinya atau "taufiq" (persetujuan Tuhan) yang belum ada. Demikian saat-
saat   yang   di   luar   dugaan  mata   biasa,   di   luar   jangkauan   ilmu   pengetahuan,
pertolongan Tuhan itu datang. Nabi Ayyub berdoa, mengadukan halnya kepada
Tuhan Pencipta semesta Alam dan Allah berfirman:
yang artinya
"Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang
Maha Penyayang di antara semua yang penyayang, maka Kami pun memperkenankan
suaranya  itu,   lalu Kami   lenyapkan penyakit  yang adapadanya dan Kami  kembalikan
keluarganya kepadanya......"
(Al-Anbiya: 83-84)
4. Doa Musa a.s. Menghadapi Firaun
Nabi Musa a.s. mendatangi Firaun dengan tugas dakwah. Firaun yang terkenal
keras   kepala,   kejam   terhadap   rakyat   dan   bahkan   menggunakan   segala
kekuasaannya.  Firaun   inilah   yang   akan  dihadapi  oleh  Nabi  Musa  a.s.,   yang
pernah diasuh Firaun itu berdoa kepada Tuhan, di antaranya adalah:
yang artinya
"Oh   Tuhanku,   lapangkanlah   dadaku,   mudahkanlah   untukku   urusanku,   arahkanlah
kekakuan lidahku dan mengertilah kiranya mereka akan perkataanku."
(Thaha: 25-28)
Sering kita dengar  seseorang pembicara membaca doa di  atas secara keras
ketika ia akan memulai berbicara di hadapan umum. Tetapi akan lebih tepat, bila
doa tersebut dibacakan saja secara perlahan, tanpa perlu didengar umum, akan
yang perlu adalah peribadi kita sendiri. Atau bacakan sebelum naik mimbar atau
seumpamanya.
5. Doa Nabi Zakaria a.s.
Nabi   Zakaria   dan   keluarganya   amat   ingin  mempunyai   anak,   walau   beliau
memaklumi,   bahawa   dirinya   sudah   begitu   uzur   dan   tua.  Keadaan   demikian
tergambar pada wahyu Allah yang merakam peristiwa ketika ia berdoa:
yang artinya
"Tuhanku,  sesungguhnya  tulangku sudah  rapuh dan kepalaku sudah memutih uban,
sementara aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan
sesungguhnya   aku   khuatir   terhadap   mewaliku   (yang   melanjutkan   urusan)
sepeninggalanku,  sedangkan  isteriku seorang yang mandul.  Kerana  itu anugerahilah
aku   seorang   putera   di   sisiMu   yang   nantinya   akan  menjadi  waris   dari   sebahagian
keluarga Yaakub dan takdirkan dianya nanti akan seorang yang diredhai, ya Tuhanku."
(Maryam: 4-6)
Putera puteri dilingkungan keluarga akan menjadi penghujung dalam kehidupan
suami   isteri,   penghibur   rumah   tangga,   pewaris   harta   pelanjut   keturunan,
penyebar agama, pembentuk kerja dan pemanjat doa bagi kedua orang tuanya.
Demikian penting kehadiran anak dilingkungan keluarga,   tidak diragukan  lagi.
Untuk itu Nabi Zakaria berdoa mengadu kepada Allah yang Maha Kuasa.
yang   artinya
"Oh  Tuhanku,   janganlah  Engkau  membiarkan   aku   hidup   seorang   diri,   dan  Engkau
adalah waris yang paling baik."
(Al-Anbiya': 89)
Lalu Allah memperkenankan doa Zakaria dengan lahimya seorang anak, Yahya a.s
6. Doa Nabi Yunus a.s.
Para Nabi adalah utusan Allah kepada manusia. Mereka adalah manusia biasa,
hanya saja diberi Allah wahyu. Pada diri para Nabi Allah terdapat contoh teladan
yang baik untuk ikutan umat. Ada contoh melalui amal perbuatan, ada ajaran dan
anjuran yang dilakukan melalui lisan ada pula melalui sikap.
Pada Nabi  Yunus,  pengajaran  itu  terdapat  ketika beliau pergi  dalam keadaan
marah disebabkan umatnya yang tidak mendengar dakwahnya. Nabi Yunus a.s.
dipertemukan Allah dengan kesengsaraan di laut dan ditelan ikan besar.
Dalam perut ikan yang gelap gelita itulah, Yunus a.s. berdoa:
yang artinya
"Tidak ada Tuhan  selain Engkau,  Maha Suci  Engkau,   ya Allah,   sesungguhnya aku
adalah termasuk orang yang zalirn "
(Al-Anbia: 87)
Doa Yunus pun didengar Allah, ia diselamatkan Allah, ikan besar itu terdampar di
pantai.  Allah   SWT   sungguh   bijak.   Kalau   kepada  Nabi  Yunus  Allah   berikan
pengajaran kepada umat  manusia dengan  cara pengalaman yang  pahit,   lalu
kepada Nabi Muhammad SAW pengajaran umat diberikan melalui pengalaman
baginda terhadap peristiwa Ummi Maktum.
7. Doa Nabi Adam a.s.
Adam adalah bapa manusia, beliaulah manusia pertama di jagad ray a ini. Kita
wajib  menghormati  Adam  dan  Hawa,  mendoakannya  melalui   doa   ibu   bapa;
bukan   sebaliknya   melemparkan   kutuk   atas   kekhilafannya   tentang   dosa
memakan buah khuldi.
Nabi Adam bagaikan Nabi Yusuf juga, sebelum ia ditunjuk pada tugas berat dan
mulia,   ia   diuji   dan   dicuba.   Ketika  Adam  nyata   berdosa   kerana  melanggar
larangan Allah,   iblis  ikut  serta  terlibat.  Ketika Adam dan Hawa bertaubat  dan
mengaku   kesalahan,  maka   iblis  malah   sebaliknya,  menentang,   siap  masuk
neraka   dan  mengancam   akan  memusuhi  Adam  dan   keturunannya   sampai
kiamat.
Peristiwa Adam atas pelanggarannya  telah diceritakan oleh semua kitab suci,
termasuk Al-Quran.  Perbedaan kisah  terletak,  bahawa Al-Quran menceritakan
taubat  Adam  dan  kerana  keikhlasan  taubatnya,   dosanya diampuni  Allah dan
ditunjuk turun ke dunia menjadi Khaliffatullah di muka bumi.
Sementara Nasrani  menempatkan Adam  tetap  berdosa  dan   sebagai   sumber
dosa   hingga   hari   kiamat;   turun   ke   dunia   dengan   berbagai   kesengsaraan,
melahirkan anak dan mati  sebagai  akibat  dosa.  Kita adalah keturunan orang
bersih. Al-Quran, menceritakan doa Adam dan Hawa:
yang artinya
"Wahai  Tuhan kami,  kami   telah menganiaya diri  kami  sendiri,  dan andaikan Engkau
tidak ampuni kesalahan kami dan tidak Engkau kasihi kami, nescaya kami akan menjadi
orang-orang yang rugi."
(Al-'Araf: 23)
8. Doa Nabi Ibrahim
Keluarga   yang   taat   kepada  Allah   adalah   idaman   hidup.   Setiap   orang   ingin
demikian,  walaupun  idaman mulia  tersebutharus dibina melalui   teladan ketua
keluarga yang  taat.  Keinginan keutamaan yang baik  itu bukan saja  timbul  dari
keluarga yang  taat,   tetapi   juga bersemayam dalam hati  ketua keluarga yang
dangkal pengalaman agamanya; kecuali pada lingkungan yang acuh tak acuh.
Betapa   banyak   ayah   yang   jarang   sholat,   sering   meninggalkan   puasa   dan
sebagainya,  namun mereka menuntut  agar anak  isterinya menjadi  orang baik-
baik.   Ketenteraman   batin   pada   sebuah   keluarga   ditandai   oleh   keberhasilan
mengumpulkan harta,  namun ketenteraman abadi  hanya  terletak pada rumah
tangga keluaga yang berbudi  dan  taat  pada ajaran agama Mereka hidup  taat
dengan ajaran agama, bijak dalam bergaul dan rukun dalam kekeluargaan.
Al_Quran  menceritakan,   dalam  surah   Ibrahim  ayat   40,   betapa   kerinduan  Nabi
Ibrahim mendapatkan keluarga yang mulia, bijak, taat dan selamat di akhirat:
yang artinya
"Ya Tuhan,   jadikanlah aku dan keturunanku,  orangyang  tetap menegakkan solat.  Ya
Rab, perkenankanlah doa aku.  Ya Rabbanaa, ampunilah dosaku dan dosa kedua ibu
bapaku, juga dosa-dosa sekalian orang mukmin pada hari terlaksananya hisab nanti."
(Ibrahim: 40-41)
9. Doa Nabi Yusuf a.s.
Hidup penuh perjuangan dan perjuangan sentiasa diwarnai ragam pengalama
susah, senang, berat ringan dan sebagainya. Orang kaya, orang tidak berpuny
para penguasa,  para nelayan,  para petani,  para guru dan semuanya memil
pengalaman sendiri-sendiri menelusuri orbit hidupnya.
Nabi Yusuf a.s. adalah seorang manusia di antara manusia lainya di muka bum
Allah yang sejak kecilnya dianugerahi aneka cerita hidup; baik derita batin mah
pun derita zahir.  Beliau adalah putera Nabi  Yaakub yang ke 11 dari  12 oran
bersaudara. Mereka suku asli Yahudi (Israil dewasa ini); bangsa yang terkenal
kalangan bangsa-bangsa sepanjang zaman.
Dulu,   lebih kurang 4,000  tahun yang  lalu,  Yusuf  yang masih kanak-kanak  ia
diseteru   oleh   putera-putera   Yaakub,   saudaranya   sendiri.   Yusuf   merek
campakkan ke dalam telaga tua. Tidak lain, kerana pada Yusuf terdapat ciri-c
akan menjadi manusia mulia.
Untunglah, kemudian Yusuf diselamatkan oleh kabilah, pedagang yang mencari
air. Yusuf mereka bawa ke negeri  Mesir,  lalu diperjual  belikan sebagai  hamba.
Dari  tangan ke tangan, dari  tuan ke tuan lain,  akhirnya Yusuf jadi  anak angkat
dari suatu keluarga berpengaruh di negeri Firaun yang terkenal dalam sejarah.
Bukan   itu   saja,   tetapi  Yusuf  mampu  menjadi   penguasa  Mesir   yang   terkenal
makmur dan adil.
Yusuf, dari masa kanak-kanak hingga menjadi Raja Mesir dan Nabi adalah yang
terkenal  cantik,  naik darjat  dengan menempuhi   ragam penderitaan,  zahir  dan
batin.  Berpisah dengan orang  tua  sejak  masa kecil,  nyaris  mati  atas  aniaya
saudara-saudara sendiri, masuk dalam penjara dan sekian derita lain yang tidak
sempat   dirakam   oleh   sejarah.  Apakah   setiap   orang  mulia   harus   melewati
pengalaman, ujian dan fimah seperti demikian? Wallahu a'lam.
Yang   jelas,   setelah   Yusuf   berkumpul   kembali   dengan   keluarganya,   beliau
menyampaikan doa syukurnya:
yang artinya
"Ya Tuhan, sungguh Engkau telah menganugerahkan daku akan sebahagian kekuasaan
dan   juga  telah mengajarkan  kepadaku akan   sebahagian  tabirmimpi.  Yang Pencipta
langit dan bumi ini, Engkaulah Pelindungku baik di dunia mahupun di akhirat. Wafatlah
aku dalam keadaan Islam dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang
soleh."
                                                                       (Yusuf: 101)

Makam 25 Rasul Allah

1. Nabi Adam ‘Alaihissalam


Dicipta : Setelah asar hari Jumaat
Dimasukkan di ke syurga : Hari Jumaat
Tinggal di syurga : ½ jam lebih sedikit waktu syurga bersamaan 43 tahun waktu dunia
Nikah dengan Hawa : Hari Jumaat di syurga, maharnya 3 kali berselawat kepada rasullullah S.A.W.
Diturunkan ke dunia : Pada hari Jumaat di India
Tinggi tubuhnya waktu diturunkan : Kepalanya di langit dan dua kakinya di bumi
Tinggi tubuhnya di dunia : 60 hasta (27,432 meter(2))
Tinggal di dunia : 957 tahun
Wafat : Pada hari Jumaat, dalam usia 1000 tahun
Makam : India, menurut satu pendapat ada di Makkah, dan menurut pendapat lain ada di Baitul Maqdis
Gambar diatas ialah gambar tapak kaki nabi Adam A.S .di Srilanka.
   
 Gambar makam nabi Adam A.s.(6).

2. Nabi Idris ‘Alaihis Salam

 

Umur : 865 tahun
Makam : (tidak ada informasi)

Gambar makam nabi Idris a.s. (4)

3.Nabi Nuh ‘Alaihis Salam

 

Umur : 1780 tahun
Makam : Masjid Kufah, , menurut satu pendapat ada di al-Jabal al-Ahmar (Gunung Merah), dan menurut pendapat lain ada di dalam al-Masjid al-Haram Makkah. 
Gambar: Makam Nabi Nuh AS terletak di Lembah Baka'a(3). Namun ada juga yang menganggap bahwa Nabi Nuh AS terletak di Jordania.

4.Nabi Hud ‘Alaihis Salam


Umur : 464 tahun
Makam : di Timurnya Hadharamaut, Yaman.
  
Gambar: Makam nabi Hud di salahan. Ada dua versi dimana Nabi Hud dimakamkan. Ada yang mengatakan di Hadhramawt dan satu lagi  di Salalah.

5.Nabi Shalih ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : di Hadharamaut
Gambar: Ini foto hitam dan putih diambil oleh W.H. Ingrams pada awal abad kedua puluh dan diterbitkan dalam akun perjalanannya untuk mengunjungi makam Shalih dan Hud di Hadhramawt tersebut. Ingrams melaporkan bahwa makam ini adalah 64 meter(6).

 6. Nabi Luth ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : Shou’ar
Gambar: Makam Nabi Luth ,Iraq (14), Cave In Karak (Jordan).

7. Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam


Umur : 200 tahun
Kelahiran : Lahir pada 1273 tahun setelah peristiwa banjir dan topan pada masa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam.
Makam : di kota al-Khalil (Palestina), dimakamkan bersama Sarah (isteri pertamanya).
Gambar: Makam nabi Ibrahim a.s. di Palestine. Bawah: Gambar punti masuk ke makam nabi Ibrahim a.s.


8. Isma’il ‘Alaihis Salam


Umur : 137 tahun
Makam : dimakamkan di samping Ibunda (yakni Hajar) di Makkah (di sekitar Ka’bah dekat Maqam Ibrahim).

9.Nabi Ishaq ‘Alaihis Salam


Umur : 180 tahun
Makam : dimakamkan bersama Ayahanda (yakni Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam) di kota al-Khalil (Palestina).
 Gambar: Mihrab, mimbar makam nabi Ishaq as dan isterinya.

 10.Nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam


Umur : 147 tahun
Wafat : di MesirMakam : untuk memenuhi wasiatnya, oleh sang putra (Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam), jenazahnya dipindah dimakamkan ke kota al-Khalil (Palestina).
 Gambar: Makam nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam.
 Gambar : makam nabi Ya’qub ‘Alaihis Salam.(13)
   

11.Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam

 
Umur : 120 tahun
Wafat : di Mesir
Makam : oleh saudara-saudaranya (untuk memenuhi wasiatnya) jenazahnya kemudian dipindah dimakamkan di Nablus (Palestina).

Gambar: Makam nabi yusuf as. di Nablus(7)
Gambar : Foto makam Nabi Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat Sungai Jordan, Palestina. (Qodsna)(8).
Gambar : makam Nabi Yusuf di kota Nablus, Tepi Barat Sungai Jordan, Palestina. (Qodsna)(8).
 Mengenai makam Nabi Yusuf as, Syeikh Thabarsi dalam kitab tafsirnya menulis, “Ketika Nabi Yusuf meninggal dunia, jenazahnya dimasukkan dalam sebuah peti yang terbuat dari batu marmer dan dimakamkan di tengah sungai Nil. Alasannya adalah karena ketika beliau beliau meninggal dunia, rakyat Mesir saling berebut untuk membawa jenazah manusia mulia ini ke wilayah mereka agar mereka dapat tetap mendapatkan berkah. Akhirnya karena kemaslahatan, jenazah Nabi Yusuf dimakamkan di tengah sungai Nil dan mengingat aliran sungai tersebut melintasi ke berbagai tempat, maka berkahnya dapat dirasakan oleh seluruh kaum secara merata. Kondisi ini berlanjut hingga masa Nabi Musa as. Dan ketika kepemimpin Nabi Musa as, beliau mengangkat makam Nabi Yusuf dan memindahkannya ke Palestina.”(8).

12.Nabi Syu’ab ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : di desa Hathin dekat kota Thabariyah (Syria).
Gambar: makam Nabi Syu’ab ‘Alaihis Salam.
  

13. Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam


Umur : 93 tahun
Makam : di desa Syaikh Sa’d (dekat kota Damasykus) Syria.
Gambar: Makam Nabi Ayyub 'Alaihis Salam di Kufa (14); kanan.
  

14.Nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam


Umur : (tidak ada informasi)
Lahir : di Mesir
Makam : wafat di daerah gunung Thursina, menurut salah satu pendapat di samping Ayahanda di salah satu kota di Syam.
Gambar kiri: makam nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam(9),Gambar kanan: makam nabi Dzul Kifli ‘Alaihis Salam(13).
  

15. Nabi Yunus ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Makam : Musil, Iraq.
Gambar: Kelihatan Datuk Hussein melawat makam Nabi yunus di Musil, Iraq 1977 (10); Gambar kanan: Makam Nabi Yunus a.s.(13); Gambar bawah : Masjid Iraq yang terletak makam Nabi Yunus (14).
  

16.Nabi Musa ‘Alaihis Salam

 

Umur : 120 tahun
Makam : wafat di daerah gunung Thursina di kenali sebagai “Nabu”(11),dan di makamkan di sana.
Gambar kiri: kawasan hadapan makam nabi musa as di Nabu Pelestine(12).

 17.Nabi Harun ‘Alaihis Salam


Umur : 122 tahun
Makam : wafat di daerah gunung Thursina dan di makamkan di sana.
Gambar: makam Nabi Harun ‘Alaihis Salam(14) di petra.
  

18. Nabi Ilyas ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Lahir : dilahirkan setelah masuknya Bani Isra’il ke Palestina.
Makam : menurut satu pendapat ada di Ba’labak (Lebanon). (Tapi menurut satu pendapat, beliau belum wafat sampai sekarang –penerjemah).
Gambar: Perkampungan Nabi Allah ILYAS As(13).

19.Nabi Ilyasa’ ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan tempat tinggalnya dan daerah yang dituju setelah kaumnya ingkar di kota Banyas.

 

20.Nabi Dawud ‘Alaihis Salam


Umur : 100 tahun
Kerajaan : bertahan sampai 40 tahun.
Gambar: makam Nabi Dawud ‘Alaihis Salam(13), Israel.
  

21.Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam


Umur : 52 tahun
Kerajaan : beliau mewarisi kerajaan Ayahanda (yakni Nabi Dawud ‘Alaihis Salam) ketika umur 12 tahun, kerajaannya bertahan sampai 40 tahun.
Gambar: makam nabi sulaiman as. (11).
  

22.Nabi Zakariya ‘Alaihis Salam


Wafat : beliau dibunuh dengan cara digergaji oleh orang yang telah menyembelih sang putra (Nabi Yahya ‘Alaihis Salam).
Gambar: makam nabi zakaria as(13).
  

23.Nabi Yahya ‘Alaihis Salam


Umur : Tidak ada kitab yang menjelaskan masa hidupnya.
Lahir : pada tahun yang sama dengan tahun kelahiran Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam.
Wafat : ketika beliau sedang di Mihrab, disembelih oleh sesorang yang disuruh oleh seorang wanita jahat dari pihak raja yang zhalim.
Makam : kepalanya dimakamkan di Masjid al-Jami’ al-Amawi (Damasykus-Syria).
Gambar: makam Nabi Yahya ‘Alaihis Salam(13), Umayid Mosque-Damasous(Syria)(15).
   

24.Nabi ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam


Umur : 33 tahun di bumi, kemudian Allah mengangkatnya ke langit setelah tiga tahun diangkat menjadi Nabi. Dituturkan, bahwa Ibunda (yakni Maryam) hidup 6 tahun setelah ’Isa al-Masih ‘Alaihis Salam diangkat ke langit. Maryam wafat dalam umur 53 tahun.
Gambar: Tempat Maryam melahirkan nabi Isa as di Jerussalem.(14).
  

25. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam


Lahir : di Makkah tahun 570 M.
Wafat : umur 63 tahun
Makam : di rumah ’Aisyah di Masjid Nabawi Madinah dan dimakamkan di sana.
Gambar kanan: Pintu makam Nabi Muhammad SAW. Gambar kiri: Gambar Dalam Makam Nabi Muhammad SAW.

Wallahu a lam ....

Doa-doa Para Nabi & Rasul yang Terdapat dalam Al-Quran & Al Hadist

Doa-doa orang-orang terdahulu saja (Seperti do’a para Sahabat, tabi’in, tabiit, para Wali, Anbiya diijabah (dikabul) oleh Allah, apatah lagi do’a para Nabi dan Rasul? Hakikatnya do’a para Nabi dan Rasul itu contoh untuk kita (umat) sebagai amaliyah, wabil khusus doa-doaa manusia pilihan, kekasih Allah, Nabi termulia, Rasul paling Agung .
Dan Tuhanmu berfirman : Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al-Mukmin : 60)
  • Sementara didalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda : (yang artinya) ”Do’a itu adalah otaknya ibadah.”
  • Dan Hadist riwayat Imam Hakim dan Abu Ya’la, bersabda Rasulullah : (yang artinya) ”Do’a itu adalah senjata orang yang beriman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi.”
***

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 186)

”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. (QS. Al-Mukmin : 60)
”Bedo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raaf : 55)
”Maka serulah (sembahlah) Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya” (QS. Al-Mukmin : 65)

***


Do’a-do’a para Rasul yang termaktub didalam kitab suci AL-Qur’an dan Al-Hadist seperti berikut ini :

  • Doa – doa Nabi Ibrahim
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 128-129)
 Menurut riwayat Al-Baghawy, bahwa Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As membaca do’a ini dikala membina Ka’bah.


رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim : 40 - 41)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim As mengucapkan do’a ini sesudah beliau (telah) memperoleh anak Ismail dan Ishaq.

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
(Ibrahim berdo’a): Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syorga yang penuh kenikmatan.” (QS. Asy-Syu’ara : 83-85).
 Dan menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim As.
”Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku (seorang anak) dari anak-anak yang shaleh.”
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim memohon dengan do’a ini sebelum memperoleh anaknya Ismail.

رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ﴿الممتحنة
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mumtahanah :4-5)
 Menurut keterangan ahli tafsir Nabi Ibrahim As dan pengikut – pengikutnya selalu berdo’a dengan do’a ini.



  • Do’a - Do’a Nabi Nuh :
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Hud : 47)
 Menurut Al-Qur’an sendiri, do’a inilah yang diucapkan oleh Nabi Nuh As sesudah ditolak Allah, karena memohon dilepaskan anaknya (Kan’an) yang kafir dan yang tenggelam.
”Ya Tuhanku tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”
 Menurut ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Nuh As sesudah diselamatkan Allah dari bahaya taufan.

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا
”Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang beriman yang laki-laki dan yang perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain binasaan.” (QS. Nuh :28)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Nuh As dikala hendak meminta dibinasakan kaumnya lantaran ingkar, beliau memohon dengan do’a ini untuk diselamatkan beserta pengikut-pengikutnya.

***



  • Do’a Nabi Zakaria
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. AL-Imron :38)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Zakaria setelah masuk kedalam mihrabnya dan menguncikan segala pintu, memohon kepada Allah supaya diberikan kepadanya seorang anak yang diterangkan dalam Al-Qur’an dengan do’a ini.

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Ya Tuhanku, Janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau lah waris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiya : 89)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Zakaria As ketika beliau belum memperoleh anak.

***


  • Do’a-do’a Nabi Musa
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.” (QS
Thaahaa : 25)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Musa As dikala merasa takut menghadapi Fir’aun memohon kepada Allah dengan do’a ini.

قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.” (QS. Qashas : 16)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a ini yang diucapkan oleh Nabi Musa As setelah membunuh orang Kurby.

وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
Wahai Tuhan kami, lepaskanlah aku dari kaum yang dzalim.” (QS Thaahaa : 27)
 Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika meninggalkan Mesir dan menuju ke Mad-yan.


رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ ....
Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. AL-Qashash :24)
 Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika sampai di Mad-yan dan menderita kelaparan.

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
 ”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam Rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.” (QS. Al-A’raaf : 151)
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
Engkaulah yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. AL-A’raaf :155-156)

 ***



  • Do’a Nabi Isa :
قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu kehidupan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, beri rezeki kami dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. AL-Maaidah :114)
  Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Isa As sesudah bersembahyang dua rakaat, kemudian menundukkan kepalanya sambil berdo’a dengan do’a ini serta sambil menangis.

***



  • Do’a Nabi Syu’aib :
رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ ...
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan yang hak (adil) dan Engkaulan Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’raf : 89)
 Menurut ahli tafsir, Nabi Syu’aib setelah putus asa mengajak beriman kaumnya beliau berdo’a dengan do’a ini.



  • Do’a Nabi Adam :
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
 ”Ya Tuhan kami, kami telah dzalimkan diri kami sendiri, Jika Engkau tidak mengampuni kami dan Engkau rahmatkan kami, tentulah kami menjadi orang yang rugi.” (Al A'raf : 23)
 Menurut keterangan AL-Qur’an sendiri do’a inilah yang diucapkan Nabi Adam dan Hawa sesudah beliau dikeluarkan dari Syorga dan diusir oleh Tuhan kedunia, dengan memohon ampun terhadap dosanya dengan do’a ini.



  • Do’a Nabi Ayyub :
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Ya Tuhanku, bahwasanya aku telah ditimpa bencana, dan Engkaulah Tuhan yang paling rahim dari segala yang rahim (Penyanyang.” (Al Anbiyaa : 83)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ayyub As dikala mendapat cobaan dari Allah lalu berdo’a dengan do’a ini.


  • Do’a Nabi Sulaiman :
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ ..
Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Sulaiman As, sesudah memperoleh kerajaan yang besar dari Allah SWT.


  • Do’a – Do’a Nabi Luth :
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
 (Luth berdo’a) : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’araa :169)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Luth untuk memohon supaya beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan kaumnya yang buruk itu.
“Tuhanku, tolonglah aku terhadap kaum yang berbuat kerusakan.”
  Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Luth berdo’a dengan do’a ini sesudah kaumnya meminta supaya mereka beri bencana oleh Allah sekiranya kalau Luth benar-benar seorang Nabi.


  • Do’a Nabi Yusuf :
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf :101)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Yusuf memohon kepada Allah dengan do’a ini dikala beliau dijadikan wazir Negara Mesir.



Do’a Nabi Yunuf :

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya :87)
 Menurut keterangan ahli tafsir, inilah tasbih yang diucapkan Nabi Yunus dikala beliau ditelan ikan.



  • Do’a – Do’a Nabi Muhammad :
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari adzab neraka.” (QS Al Baqarah : 201)
 Menurut riwayat Al-Baghawy dari Anas ra, do’a inilah yang selalu diucapkan Nabi Muhammad (lihat tafsir Al-Baghawy I :158)


 رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
”Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al-Baqarah : 286)
 Menurut riwayat Al-Baihaqy, Nabi Muhammad bersabda : ”Dua ayat dari akhir AL-Baqarah, apabila seseorang membacanya dimalam hari, maka terpeliharalah ia dari segala bencana.”


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
”Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang banyak pemberiannya.” (QS. Al-Imran : 8)
 Menurut riwayat AL-Baghawy, Nabi bersabda : ”Segala jiwa manusia terletak antara dua tangan Tuhan, Tuhan memerengkan dan Tuhan melempangkannya. Karena itu Nabi berdo’a selalu mengucapkan : Allahumma ya muqallibal qulubi tsabit qulubana ’ala diinika.

رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan) pada hari yang tak ada keraguan padanya.” Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Al-Imran : 9)

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
”Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kesiang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisap. (QS. Ali Imran : 26-27)
 Menurut riwayat Al-Baghawy bahwa Rasulullah SAW bersabda : Fatihatul Kitab dan dua ayat dari Al – Imron yaitu dari ayat 26-27 bila dibaca dibelakang shalat, niscaya Tuhan menjanjikan Syorga untuknya.


وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
”Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Israa : 80)
 Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi SAW berdo’a dengan do’a ini memohon kepada Allah supaya beliau dapat mengalahkan musuh-musuhnya sesudah berkediaman di Madinah.


فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan" 
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi untuk memperoleh faham yang luas dalam memahamkan ayat-ayat Allah.


قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
”Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan.” (QS. Al-Anbiyaa : 112)
 Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad sebelum beliau memperoleh kemenangan perang Badar. (Al-Khazim 4 : 264)


رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang dzalim.” (QS. Al_Mukminun : 94)
 Menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad supaya dipelihara Allah dari bencana yang mungkin menimpa kaum yang dzalim.


وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
”Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari bisikan – bisikan syaithan. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. Al-Mukminun : 97-98)
 Menurut keterangan ahli tafsir inilah salah satu do’a yang diperintahkan supaya Nabi membacanya : Karena do’a ini sering sekali meminta perlindungan dengan membaca do’a ini, yang tersebut dalam Iftitah shalat. (Lihat Al-Khazim, 5 : 36)


........................
Saudaraku, sesungguhnya masih terlalu banyak do’a-do’a Nabi Muhammad yang terdapat didalam Kitab Suci AL-Qur’an dan Al-Hadist...

 
KLINIK Komputer © 2012 | Designed by Rocking Templates, helped by Chica Blogger